MAKALAH
JARINGAN KOMPUTER
(KONSEP
DASAR TCP/IP dan IP ADDRES)
AMERIUS
ARMANDO BLEGUR
No. Mhs : 14110298
FAKULTAS
TEKNIK INFORMATIKA
STIKOM
ARTHA BUANA KUPANG
2015
BAB
I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang :
Dalam era globalisasi dan teknologi saat ini, penggunaan
komputer sebagai salah satu alat teknologi informasi sangat dibutuhkan hampir
di setiap perusahaan. Pengunaan perangkat komputer sebagai perangkat pendukung
manajemen dan pengolahaan data adalah sangat tepat dengan mempertimbangkan
kuantitas dan kualitas data, dengan demikian penggunaan perangkat komputer
dalam setiap informasi sangat mendukung system pengambilan keputusan.
Dalam perkembangannya hingga pada jaringan, dimana setiap
perangkat komputer dapat berinteraksi dengan komputer lainnya, dari jaringan
lokal hingga jaringan global yang disebut dengan internet. Dalam makalah ini
penulis akan mencoba menjelaskan mengenai TCP/IP dan IP address.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan TCP/IP dan IP
Address
2.
Menjelaskan apa fungsi TCP/IP dan IP Addrress
3. Menjelaskan apa
struktur, pengalamatan, dan layanan dari TCP/IP.
4. Menjelaskan apa Format IP
address, network ID dan host ID, pembagian kelas IP Address, subnet mask,
alamat khusus, dan private address dari IP Address.
Tujuan
dan Manfaat penulisan Makalah ini:
1.
Tujuan Penulisan Makalah
Ø
Sebagai
materi tugas yang diberikan oleh guru.
Ø
Sebagai masukkan bagi penulis untuk menambah wawasan khususnya
mengenai TCP/IP dan IP Address.
2.
Manfaat Penulisan Makalah
Melatih kemampuan penulis dalam segi
penulisan makalah serta dapat memberikan informasi kepada siapa pun yang
membutuhkan dan membaca laporan ini.
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
jika diterjemahkan adalah Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet,
adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol)
dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol
yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu
komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan
pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat
berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol
suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan
saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diimplementasikan pada lintas perangkat
lunak (software) di berbagai sistem operasi Istilah yang diberikan kepada
perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an
hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer
dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai
alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta
komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol
ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk
menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga
UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu,
mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet.
Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet
Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet
Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas
TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang
disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
B.
Arsitektur
Arsitektur
TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model
referensi DARPA. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang
terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara
langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut
sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP
merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap
lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP
diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol
TCP/IP adalah sebagai berikut:
- Protokol
lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada
aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS),
Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet,
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol
(SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi
stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan
aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets
(Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
- Protokol
lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi
koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat
connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control
Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
- Protokol
lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing)
dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol
yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address
Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan
Internet Group Management Protocol (IGMP).
- Prtokol
lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame
jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja
dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam
LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya
dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network
(PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous
Transfer Mode (ATM)).
C.
Pengalamatan
Protokol
TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan
sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork,
yakni sebagai berikut:
Pengalamatan
IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran
8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet
mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi
menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat
mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host
identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan
tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan
menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan
Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah
host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic
Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
D.Layanan
Berikut
ini merupakan layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
Ø
Pengiriman
berkas
(file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna
komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host
di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama
pengguna (user name) dan password'', meskipun banyak juga FTP yang dapat
diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih
lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
Ø
Remote
login.
Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat
melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak
jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai
perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai
Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
Ø
Computer
mail.
Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai
e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
Ø Network
File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses
dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada
komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal.
(Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
Ø Remote
execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu
program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna
menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak
dalam suatu sistem komputer. Ada
beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja,
yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg
menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk
memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem
komputer
yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
Ø
Name
server
yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada
Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang
menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk
menentukan nama host di Internet.)
A.
Pengertian IP address
Pengertian
IP Address (Internet
Protocol Address)
adalah
suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti komputer,
router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang
menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi. IP address
memiliki dua fungsi, yakni:
v
Sebagai
alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan. Fungsi
ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali
siapa orang tersebut. dalam jaringan komputer berlaku hal yang sama.
v Sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi ini diilustrasikan
seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan
pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute
yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.
IP
address menggunakan bilangan 32 bit. Sistem ini dikenal dengan nama Internet
Protocol version 4 atau IPv4. Saat ini IPv4 masih digunakan meskipun sudah ada
IPv6 yang diperkenalkan pada tahun 1995. Hal ini dikarenakan tingginya
pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet. Maka dibutuhkan alamat
yang lebih banyak yang mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan.
B.
Format IP address
Sebenarnya
pengalamatan IP address menggunakan bilangan biner. Namun supaya lebih mudah
ditulis dan dibaca oleh manusia, maka IP address ditulis dengan bilangan 4
desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik. Format penulisan ini disebut
sebagai dotted-decimal notation. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari
satu oktet atau delapan bit alamat IP. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
192.168.1.1
Jika
dikonversi menjadi bilangan biner adalah sebagai berikut:
11000000.10101000.1.1
Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu
bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat
host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu
berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah
nomor rumah dijalan tersebut.
C.
Network ID dan Host ID
Pembagian
kelas IP address diatas didasarkan pada dua hal, yakni network ID dan host ID.
Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan
komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP
yang lain dalam jaringan tersebut.
D.
Pembagian Kelas IP Address
Ø
IP
Address Kelas A,
merupakan IP address dengan jumlah yang sangat besar, sehingga biasanya
digunakan untuk jaringan yang sangat besar dengan jumlah host yang sangat banyak.
Sebagai contoh pada penggunaan IP address : 113.46.5.6 , 113 berfungsi sebagai
network ID sedangkan 46.5.6 berfungsi sebagai host ID nya.
Ø
IP
Address Kelas B,
merupakan IP address dengan jumlah host yang sedang, jumlah maksimal host
berkisar 65.534 host, sehingga IP ini cocok untuk jaringan dengan jumlah host
yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sebagai contoh penggunaan IP
address Kelas B adalah : 132.92.121.1 , 132.92 berfungsi sebagai network ID
sedangkan 121.1 berfungsi sebagai host ID.
Ø IP
Address Kelas C, merupakan IP address dengan jumlah host yang sangat kecil
sehingga IP address ini digunakan untuk jaringan kecil seperti
disekolah-sekolah, dikantor-kantor maupun instansi rumahan, jumlah maksimal
host pada IP address ini hanya 254 host. Seabagai contoh penggunaan IP Address
Kelas C adalah : 192.168.1.2 , 192.168.1 merupakan network ID dan 2 merupakan
host ID-nya
E.
Subnet Mask
Nilai
subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask
diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah
jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus
mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan
address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk
jaringan tersebut.
Network
ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask.
Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit
groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0)
menunjukkan host ID dari porsi IP address.
Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
10101010 11001011 01011101 00000101
Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah:
11111111 11111111 00000000 00000000
Bisa juga ditulis dalam notasi desimal:
255.255.0.0
F.
Alamat Khusus
Selain
address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan
untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address
tersebut adalah :
ü
Network
Address. Address
ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Address ini
didapat dengan membuat seluruh bit host menjadi 0. Misalkan untuk host dengan
IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari
host ini adalah 167.205.0.0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi
routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk
menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan.
ü
Broadcast
Address. Address
ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh
seluruh host yang ada pada suatu network. Address broadcast diperoleh dengan
membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP
address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah
167.205.255.255. Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi
routing.
ü
Loopback
Address. Alamat
dengan NetID 127 adalah alamat khusus yang digunakan sebagai loopback address.
Alamat ini digunakan untuk menguji perangkat lunak pada komputer atau host.
G.
Private Address
Privat
Address adaah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus melakukan
pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakanuntuk jaringan local (LAN) dan
tidak dikenal dan diabaikan oleh Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan
lokalnya tetapi tidak unik bagi jaringan global. Agar IP Private ini dapat
terkoneksi ke internet, diperlukan peralatan Router dengan fasilitas Network
Address Traslation (NAT).
Berikut
adalah Alamat yang dicadangkan untuk jaringan private:
Private Address Kelas A :
IP
Address dari 10.0.0.0 – 10.255.255.254, setara dengan sebuah jaringan dengan 24
bit host. Atau sekitar 16.777.214 host.
Private
Address Kelas B:
172.16.0.0
– 172.31.255.255, setara dengan 16 jaringan yang masing-masing jaringan
memiliki host efektif sebanyak 65.534 host.
Private
Address Kelas C:
192.168.0.0
– 192.168.255.254, setara dengan 256 jaringan yang masing-masing jaringan
memiliki host efektif sebanyak 254 host.
BAB
III
Penutup
Kesimpulan
Penulis akan menyimpulkan
kembali tentang makalah ini. TCP/IP adalah (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
jika diterjemahkan adalah Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet,
adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol)
dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol
yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu
komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan
pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat
berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol
suite), sedangkan Pengertian
IP Address (Internet
Protocol Address)
adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti
komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang
menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi. Sekian dari penulis yang diketahui tentang makalah ini.
Saran
Demikian laporan ini penulis susun sesuai dengan apa yang penulis ketahui ,
penulis tetap mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun untuk menyempurnakan laporan ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Internet
Protocol
Suite :
Ø Pengertian
IP address( Softskil Teknologi Informasi dan Multimedia):